Jumat, 15 Agustus 2014

Hati atau Pikiran

Ketika pikiran dan hati tidak dapat bersatu menentukan pilihan, manakah yang harus diikuti?
Pikiran cenderung menggunakan logika, sebab-akibat apa yang akan terjadi ketika kita memutuskan atau menentukan sebuah pilihan. Iya, logika diperlukan dalam kehidupan ini untuk membantu diri kita mencerna pemikiran-pemikiran dan hal-hal apa yang akan terjadi. Hati cenderung menggunakan bagaimana perasaan dalam diri kita. Antara keduanya logika dan perasaan terdapat perbedaan yang menonjol, logika yang diwakilkan oleh pikiran sedangkan perasaan diwakilkan oleh hati.
Sulit untuk disatukan antara keduanya, terkadang sebagai seorang wanita perasaanlah yang lebih diutamakan. Wanita yang mengutamakan logika termasuk dalam kaum minoritas sepertinya. Mengapa demikian? Karna wanita dilahirkan dengan kodrat yang memiliki perasaan yang begitu kuat, dari mengandung hingga melahirkan bahkan menyusui, perasaan sangatlah ditonjolkan dan diperlukan di dalamnya. Bagaimana dengan pria? Pria lebih mengutamakan logikanya, melihat hal-hal secara rasional dan selalu mempergunakan logika di setiap analisanya.
Akan tetapi, bagaimana jika hati dan pikiran ini berbeda pandangan? jika perasaan dan logika ini tak sama dan berselisih? Menurut saya, jika hati dan pikiran dilanda kebimbangan karna tak dapat menemukan jalan yang sama, lebih baik kita bertanya kepada hati kita. Kenapa kembali pada hati (perasaan)? iya karna hati tidak akan berbohong, karna hati tak perlu selalu mencari logika dalam setiap alasan, karna hati lah yang pada dasarnya menuntun kita. Hati (perasaan) adalah penyeimbang, jawaban di kala bimbanh itu datang menghampiri. Karna baik pria maupun wanita pada dasarnya mempunyai hati (perasaan).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar